Detective Conan Episode 5 (Bom di Kereta Api)

Posted by Muhammad Najmuddin Saturday, April 14, 2018 0 masukan
Ceritanya Kogoro, Ran, Conan dengan grup detektif ciliknya mau kondangan (bahasa gue aja ya) ke Kyoto naik kereta. Kogoro masih heran Conan ga diambil-ambil ama orang tuanya. Tapi gapapa lah, itung-itung jimat keberuntungan katanya. Tanpa sengaja, Conan melihat 2 orang berjubah hitam, dia berfikir merekalah yang telah membuat dirinya mengecil.

Sejak menjadi Conan, Conan dibekali berbagai alat canggih dari Prof. Agasa. Di episode ini, kacamatanya ditambahkan earphone dan alat penyadap. Selain itu, Conan kini sudah dibekali oleh sepatu penambah tenaga, sehingga tak perlu pusing lagi karena hanya punya tenaga anak kelas 1 SD.

Saat mendapat kesempatan, Conan menyimpan alat penyadap dalam permen karet dan menempelkannya di bawah kursi 2 pria itu. Tapi dia ketauan oleh Ayumi cs, Ayumi malah menyimpannya di kotak sampah (kaya asbak gitu deh) yang posisinya justru lebih strategis untuk menyadap.

Ketika Conan selesai memasang alat penyadap, Conan mencari kemana perginya 2 pria itu. Di tangga Conan dan 2 pria itu berpapasan. Ternyata 2 pria jubah hitam itu bukan orang-orang yang telah membuat dirinya menyusut.

Namun, ketika mendengar percakapan 2 orang itu Conan kaget. Ternyata mereka telah melakukan transaksi dengan seseorang di restoran kereta. Mereka memberikan koper yang berisi bom. Bom itu akan meledak ketika 10 detik setelah mendapatkan goncangan.

Saat kereta berhenti di sebuah stasiun untuk transit, 2 pria itu turun. Conan tak berhasil mengejarnya karena dicegah oleh Ran. Conan menjadi panik, tapi sesaat. Dia mulai berfikir langkah apa yang harus diambilnya untuk menemukan bom itu.

Berdasarkan beberapa petunjuk, ada 4 orang yang dicurigai membawa koper yang berisi bom itu. Setelah menyelidiki satu per satu, Conan belum bisa menemukan siapa yang kopernya berisi bom. Setelah mengingat kembali isi percakapan 2 pria yang memberi bom, Conan pun akhirnya mengetahui dimana bom itu.

Conan hampir terlambat, tapi tepat waktu. Begitu menyadari Conan langsung berlari. Ketika bertemu dengan koper bom itu dan melihat orang yang membawanya sedang akan melakukan panggilan telepon, Conan langsung berlari dan menendang koper itu keluar kereta dan Duarrrr....meledak diluar. Selamet deh...

Baca Selengkapnya ....

Detective Conan Episode 4 (Peta Harta Karun di Kota)

Posted by Muhammad Najmuddin Saturday, March 31, 2018 0 masukan
Hasil gambar untuk detective conan episode 4 


Pada suatu hari, Conan dkk pergi mengunjungi museum. Disana mereka melihat-lihat replika harta karun yang pernah ditemukan di dunia. Ketika Conan dkk selesai mengunjungi museum, di depan museum mereka menemukan secarik kertas berisikan beberapa gambar atau simbol. Ayumi berceletuk, mungkin saja itu peta harta karun.

Sementara itu 3 pria berkacamata hitam terkejut melihat sekelompok anak menemukan kertas tersebut. Mereka pun mengawasi Conan dkk.

Genta, Ayumi dan Mitsuhiko yakin bahwa kertas itu adalah peta harta karun, mereka pun memutuskan untuk memecahkan kode simbol tersebut. Genta secara sepihak mendeklarasikan kelompoknya sebagai kelompok Detektif Cilik dengan dirinya sebagai pemimpinnya.

Pada dasarnya saya gak pandai bercerita, jadi cerita sebisanya aja dah :D

Singkat cerita, Conan berhasil mengungkap bahwa simbol itu mewakili papan reklame beberapa gedung, tapi cuma beberapa simbol yang tercepahkan. Hingga hari mulai gelap, barulah Conan menyadari bahwa simbol itu mewakili lampu neon yang menyala disekitar kota saat malam. Lambang bulan sabit menunjukkan bahwa simbol-simbol itu hanya dapat dilihat saat malam hari. Dan ternyata, simbol-simbol itu adalah petunjuk ke arah dimana harta karun berada. Tulisan Oro artinya adalah emas, begitulah yang dibaca Conan di kamus bahasa Italia.

Dengan berbekal beberapa petunjuk tersebut, sampailah grup detektif cilik di sebuah gedung kosong. Namun mereka belum dapat menemukan emas tersebut. Petunjuk terakhir yaitu lambang ikan belum ditemukan. Karena dekat sungai, mereka pun mencari di sungai. Di sungai Conan akhirnya menemukan dimana lampu neon yang menggambarkan ikan. Mereka kembali ke gedung tadi.

Ternyata lambang ikan bisa dilihat pada paduan sinar lampu jembatan sungai dan pantulan bayangannya di air sungai. Dengan mencocokkan posisi mata ikannya, akhirnya Conan menemukan emas tersebut.

Namun 3 pria berkacamata hitam tiba-tiba sudah ada di pintu menodongkan pistol ke arah Conan dkk. Ternyata mereka adalah kawanan sindikat perampok dari Italia. Emas itu adalah hasil rampokan mereka, dibawa kabur ke Jepang oleh pimpinannya. 3 pria itu hanya menemukan kertas yang berisi simbol-simbol yang sekarang sedang dipegang Conan.

Conan dkk diikat di pojokan, namun 3 pria itu belum menemukan emasnya. Conan pun memberikan petunjuk dengan bermaksud menjebak mereka. Dengan kekompaka grup Detektif Cilik akhirnya kawanan perampok berhasil diringkus.

Baca Selengkapnya ....

Detective Conan Episode 3 (Kasus Pembunuhan Kamar Tertutup Seorang Idola)

Posted by Muhammad Najmuddin Tuesday, March 27, 2018 0 masukan
Gambar terkait





Di episode ketiga ini, mulai diperkenalkan alat canggih buatan prof. Agasa untuk membantu Conan dalam menghadapi kasus. Alat canggih yang diperkenalkan di episode ini adalah dasi kupu-kupu pengubah suara.

Di episode ini juga tiga sekawan Genta, Ayumi, dan Mitsuhiko mengajak Conan berteman. Karakter (semi) utama baru juga diperkenalkan di episode ini, yaitu Yoko Okino. Dia adalah artis yang sangat disukai Kogoro Mouri.


Yoko bersama asistennya menyewa jasa Kogoro Mouri untuk menyelidiki penguntit. Namun ketika sampai di apartemen Yoko, ditemukan mayat lelaki yang belakangan diketahui bahwa dia adalah mantan kekasih Yoko saat SMA. Pisau tertancap dipunggungnya. Jadi, diduga pembunuhan. Yang dicurigai ada 3 orang, Yoko, asistennya, dan teman artisnya yang dari belakang mirip dengan Yoko.

Teman artis yang mirip Yoko dicurigai karena mengaku tidak pernah ke rumah Yoko, namun dia tahu dimana toilet dan tahu pajangan patung liberti adalah sebuah pemantik. Sang asisten dicurigai Conan karena berusaha menyembunyikan sesuatu.


Dengan petunjuk air disekitar korban, dan ada penyok di lantai yang ternyata adalah bekas gagang pisau, Conan akhirnya menyadari bahwa ini adalah bunuh diri. Korban yang diduga masih mencintai Yoko berharap bisa kembali. Namun ketika bertemu, Yoko malah lari. Padahal itu bukan Yoko, melainkan teman artis yang mirip dengan Yoko. Korban putus asa dan langsung melakukan bunuh diri dengan menggenggam rambut Yoko yang diambil dari sisirnya.  Yoko heran mengapa mantan kekasihnya bunuh diri, karena mantannya lah yang memutuskan hubungan. Sang asisten pun mengakui bahwa dia meminta kekasihnya Yoko untuk mengakhiri hubungannya. Motif bunuh diri pun diperkuat dengan ditemukannya diary di rumah korban.

Jadi, semua ini karena kebohongan, kesalahpahaman, dan sebuah kebetulan, ini menjadi akhir yang menyedihkan.

Baca Selengkapnya ....

Detective Conan Episode 2 (Penculikan Putri Kepala Perusahaan)

Posted by Muhammad Najmuddin 0 masukan

Hasil gambar untuk detective conan episode 2

Shinichi telah menyusut. Karena tidak bisa membuka pintu gerbang rumahnya sendiri, dia meminta bantuan pada Prof. Agasa, tetangganya.

Seragam SD miliknya jadi pilihan pakaiannya. Seperti tidak ada pakaian lain. Selalu pakaian SD ini yang sering dipakainya kemanapun. Lengkap dengan dasi kupu-kupunya.

Shinichi dan Prof. Agasa pun bersepakat untuk menyembunyikan identitas Shinichi yang menyusut agar tak diincar kembali oleh Black Organization. Ketika Ran datang dan mendesak bertanya nama, lahirlah nama Edogawa Conan, paduan Edogawa Ranpei dan Conan Doyle.

Atas ide Professor, Conan diputuskan agar hidup bersama Ran dan ayahnya yang notabene adalah seorang detektif swasta agar lebih mudah mendapatkan informasi tentang Black Organization.

Baru sampe rumah, Kogoro Mouri berlari kegirangan mendapatkan kasus yang lama tak kunjung datang. Kasus penculikan seorang anak dari pimpinan sebuah perusahaan. Ternyata awalnya penculikan ini didesain oleh anak pimpinan perusahaan tersebut bersama ajudannya. Itu diketahui Conan dengan petunjuk anjing yang ada di rumah tersebut yang bernama Jumbo. Namun di tengah sandiwaranya, anak tersebut diculik beneran.

Berdasarkan petunjuk anak yang diculik via telpon penculiknya, Conan berhasil menemukan tempat penculik bersembunyi dengan bantuan Jumbo. Namun Conan tak bisa melumpuhkan penculik tersebut. Begitu juga Jumbo.

Disaat keadaan terdesak, Ran datang dengan karatenya. Ran dengan mudah melumpuhkan penculik tersebut.

Dalam epilog, Conan masuk SD kembali, SD Teitan.

Baca Selengkapnya ....

Detective Conan Episode 1 (Kasus Pembunuhan di Roller Coaster)

Posted by Muhammad Najmuddin Saturday, March 17, 2018 0 masukan
Hasil gambar untuk detective conan episode 1
Berhubung sudah cukup lama blog ini tidak update karena the power of curhat yang entah kenapa hilang, dan sedang marathon nonton detective conan dari episode awal, jadi muncul sebuah keinginan untuk bercerita tentang series conan dari awal sampai episode yang terakhir muncul.

Sekarang kan episode conan udah hampir seribu episode ya, can I finish it?

I don't know, just let's getting started and find out how far I can go.

Mungkin saya ga akan bercerita keseluruhan cerita dari setiap episodenya, saya hanya akan bercerita hal-hal menarik dan yang mudah diingat oleh otak saya yang lemot ini.

Episode pertama adalah episode dimana semuanya berawal, ya iyalah namanya juga pertama. Di episode ini, dikenalkan beberapa tokoh utama. Mereka adalah (berurutan berdasarkan kemunculan):
1. Shinichi Kudo, sang detektif SMA ahli analisis, pecinta Sherlock Holmes yang suka membantu polisi dalam penyelidikan kasus.
2.  Inspektur Megure, polisi pusat spesialis kasus pembunuhan.
3. Prof. Agasa, penemu/peneliti tetangga Shinichi yang nantinya selalu membantu Shinichi atau Conan.
4. Ran Mouri, teman masa kecil Shinichi yang suka dan disukai Shinichi, ahli karate , anak dari Kogoro Mouri
5. Kogoro Mouri, detektif swasta mantan polisi, tinggal dengan Ran, berpisah dengan istrinya.
6. Ayumi, Genta, Mitsuhiko, tiga sekawan murid SD
7. 2 anggota organisasi hitam, identitas ataupun nama samarannya belum diungkap.
8. Conan Edogawa, Shinichi yang menyusut

Tempat khas yang diperkenalkan:
1. Tropical Land
2. Rumah Shinichi, rumah yang memiliki perpustakaan pribadi
3. Rumah/Kantor Detektif Kogoro Mouri

  Di episode ini diawali dengan sebuah kasus pembunuhan di ruangan tertutup di rumah seorang saudagar yang kakinya di gips. Yang terbunuh adalah pemimpin sebuah bank yang tidak lain adalah temannya saudagar tersebut.

Shinichi dengan mudah mengungkap pembunuhnya, yaitu saudagar tuan rumah tersebut. Ternyata kakinya sudah sembuh tapi masih pura-pura sakit dengan gips. Ternyata Inspektur Megure telah mengkonfirmasi ke dokter pribadinya bahwa kaki saudagar itu sudah sembuh. Sang saudagar berusaha kabur, namun dihentikan Shinichi dengan menendang sebuah bola dunia. Begitulah epilog dari series detective conan yang sampai sekarang belum tamat.

Judul Episode pertama adalah "Kasus Pembunuhan di Roller Coaster". Diceritakan Shinichi menepati janjinya kepada Ran untuk pergi bersama ke Tropical Land. Ketika akan masuk ke wahana Roller Coaster, Shinichi menebak profesi seorang wanita. Ketika berada di wahana Roller Coaster, terjadilah pembunuhan. Ran, Shinichi dan 2 orang berjubah hitam berada dalam Roller Coaster yang sama. Shinichi mendapatkan bantuan petunjuk yang ditemukan oleh tiga sekawan Ayumi, Mitsuhiko Genta. Shinichi pun dengan mudah mengungkap kebenaran dari kasus pembunuhan tersebut.

Namun, Shinichi masih curiga dengan 2 orang berjubah hitam yang ditemuinya di wahana Roller Coaster. Shinichi pun membuntuti salah satu pria berjubah hitam yang sedang berjalan membawa koper. Ran disuruh pulang duluan, Ran melepas kepergian Shinichi dengan firasat buruk.

Shinichi mengintip seorang pria jubah hitam itu sedang bertransaksi dengan seorang bapak berkumis, namun bapak berkumis itu dibunuh dan uang berisi koper milik bapak tersebut diambil.

Tiba-tiba, Shinichi dipukul dari belakang oleh pria jubah hitam satunya lagi. Lalu diberi obat penemuan terbaru milik organisasinya. Shinichi pun merasa tulangnya meleleh, dan dia pun pingsan.
Ketika terbangun, tubuh Shinichi sudah menyusut menjadi anak usia SD.








Baca Selengkapnya ....

Married Soon

Posted by Muhammad Najmuddin Wednesday, April 20, 2016 0 masukan


Tak terasa, sudah H-18 saya akan melepas masa lajang. Eh, belum pada tau ya, 8 Mei nanti insyaAllah saya akan melaksanakan akad nikah di Kuningan. Tepatnya Ds. Sindangkempeng Kec. Pancalang Kab. Kuningan. You have no idea where it is ? Just open google map. ^_^

Wah harusnya jangan dikasih tau dulu. Sebar undangannya aja baru akan dimulai 1 Mei. Tapi yaudah deh gapapa, mumpung lagi ada ‘kekuatan’ untuk meng-olahraga-kan jemari di atas keyboard. Soalnya udah lama ide menguap begitu saja tanpa diembunkan di blog.

Mungkin banyak yang kaget atau berpikir bahwa saya belum pantas untuk memimpin sebuah rumah tangga yang kata orang lebih banyak ombaknya daripada saat menjadi lajang. Ya biarlah orang berkata. Mungkin mereka memang benar. Bisa jadi juga mereka tidak sepenuhnya benar. Apapun yang kita lakukan tak akan pernah bisa memuaskan semua orang,(iki ngomongi opo).

After all, finally, I’m getting married.
Jika merunut peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi beberapa tahun ke belakang, semua bermula (biar jadi cerita) ketika saya masih bekerja di sebuah Server pulsa di Sindanglaut. Suatu ketika saya mendapatkan informasi bahwa teteh, kawan, partner kerja saat di Sang Bintang School Cirebon dan Pusat, yaitu teh Sri Apriyanti,S.PdI (Teh Nci) yang melankolis koleris yang katanya sangat cocok menjadi supersub di pucuk pimpinan, akan menikah. Tanggalnya lupa, mungkin sekitar Maret atau April 2015. Saya pun ber azzam untuk menghadiri-minimal-resepsinya.

Kebetulan resepsinya di Indramayu. Temanku, Ex, udah ngajakin untuk kondangan bareng. Namun kendalanya adalah saya tidak bisa mendapatkan libur kerja. Kebetulan server dan konter tempat saya kerja habis kebanjiran. Hal itu memaksa para (2 orang) pegawainya untuk lembur tak libur. Tapi saya tak bisa kalau ga datang kondangan ke Teh Nci.

Pagi di hari resepsi teh Nci, saya sms bos untuk izin tak masuk kerja untuk menghadiri resepsi teh Nci. Tapi bos tak memberi izin. Saya pun membalas sms nya, “yaudah klo ga bisa izin saya keluar”. Akhirnya saya resmi mundur dari pekerjaan yang tiap harinya mantengin komputer di bawah naungan wifi. Demi bisa menghadiri walimah teteh ketemu gede yang suaaangaaaat buaaaaiiikkk.

Selanjutnya, I have no idea akan kerja dimana lagi. Lantas, saya menganggur sekitar 3 bulan. Ga sepenuhnya nganggur sih. Tiap hari kerjaannya pasti mainin hape sambil nyari kerjaan via HP Evercoss A7S, hp bukan second pertama yang saya beli dengan hasil keringat sendiri. Tiap senin, saya keliling Cirebon menyebar undangan, eh lamaran kerja.

Sambil keliling sambil curi2 memanggil seonggok kenangan di beberapa tempat di kota Cirebon.  Klo ada yang bisa via email, saya kirim lamaran kerja via email. Entah sudah abis berapa lamaran, udah abis berapa ratus ribu untuk mendapatkan pencaharian baru. Sampai-sampai saya ngikutin negara Indonesia untuk mendapatkan pinjaman luar negeri. Lebih tepatnya, pinjem uang ke teman yang lagi kerja di Malaysia.

Akhirnya setelah melalui beberapa peristiwa, pengalaman dan perjalanan hidup yang begitu kompleks (sampai pernah tiap malem tidur di masjid ampe dikira tunawisma), akhirnya (dengan tidak menceritakan kisah-kisah saat tak berpenghasilan selama 3 bulan karena akan panjang) saya pun mendapatkan pekerjaan baru.

Pekerjaan baru, mungkin menjadi salah satu jawaban dari doa dan cita2 saya selama ini, pengen mesantren. Setelah melalui beberapa tahap dan bolak-balik cirebon-kuningan ngumpet dari polisi karena pake motor yang ‘ga hidup’, akhirnya saya resmi menjadi pegawai di pesantren modern.

Singkat cerita, suatu hari ada rapat kaur (kepala urusan). Kebetulan kaur saya hari itu menunjuk saya, staffnya, untuk menggantikannya hadir di rapat tersebut. Saya yang tak terbiasa datang terlambat, datang tepat waktu di tempat rapat yang ditentukan. Masih sepi. Selang beberapa menit kemudian, sekretaris unit yang mengadakan rapat datang.

Ngobrol dah tuh kita berdua. Ngobrol ngobrol, akhirnya ditawarin dah untuk menjemput jodoh via taaruf, tuker2an biodata gitu via perantara. Saya gak langsung yes kaya mas anang. Setelah beberapa pertemuan dengan beliau dan hantaman bujukan masukan dan doktrin terus menderu. Akhirnya saya sholat istikhoroh, subuhnya langsung kirim biodata via WA.

Beberapa hari kemudian, saya dapat kiriman biodata akhwatnya. Tinggalnya tetangga desa dengan pesantren. Ga cantik, tapi ga jelek juga. Klo saya yes. Karena sudah menyerahkan sepenuhnya kepada Yang Maha Kuasa. Dan Alhamdulillah akhwatnya berkata tidak. Yang ngirim biodata mencoba menghibur. Padahal saya biasa aja sih, ga ada kecewa sama sekali. Karena dari awal juga udah ada suatu hal yang bikin jadi agak nggak sreg gitu walau udah istikhoroh.

Biodata akhwat kedua datang beberapa hari kemudian. Seperti yang pertama, saya pun langsung yes. Kali ini lebih mantap dari yang pertama. Karena dia mengajar di RA dan TPA. Dan Alhamdulillah akhwatnya yes juga.

Tak menunggu waktu lama, tetap dengan petunjuk dan bantuan orang-orang yang telah ‘menjodohkan’, saya langsung mengajak orang tua untuk melamarnya. Saya pun akhirnya untuk pertama kalinya-dan sampe sekarang baru kali itu aja –melihat calon istri saya secara langsung. Dia datang di hadapan saya, nganterin minum, ga ngobrol, udah gitu doang udah cukup.

31 Desember 2015, penghujung tahun itu saya resmi melamarnya. Sampai situ, perjalanan masih panjang. Nentuin tanggal juga belum, baru nentuin tanggal beberapa bulan kemudian. So many problem, begitu banyak kendala, kisah, rintangan yang sampai sekarang masih mengiringi saya untuk sampai ke pelaminan nanti.

Mungkin tidak semestinya saya menceritakan ini sekarang, karena tanggal sakralnya aja masih jauh. Karena kita tak pernah tau apa yang akan terjadi di hari esok. Tomorrow is always be mystery. Apapun bisa terjadi jika Allah sudah berkehendak.

Masih banyak yang ingin diceritakan, semua kisah dan problematika yang setia menemani. Tapi udahlah. Mentemen yang bisa datang, datang ya. Maaf ga bisa pake undangan resmi. Maaf juga pada tetangga dan teman dekat rumah, saya mungkin ga bisa menyediakan tumpangan untuk menyaksikan peristiwa bersejarah ini. Minta doanya aja ya.


Apapun bisa terjadi jika Allah sudah berkehendak. Mudahkan ,Ya Allah...

Baca Selengkapnya ....

KOCI Gathering

Posted by Muhammad Najmuddin Thursday, March 3, 2016 0 masukan
28 februari 2016. Di sebuah bangku panjang di depan sebuah bengkel pinggir jalan perjuangan saya duduk. Belasan atau puluhan (kagak ngitung sih) mobil dan motor hilir mudik di jalan tersebut. Beberapa remaja lewat dihadapan saya. Saya tebak sebagian dari mereka adalah mahasiswa, karena d sepanjang jalan yang saya ‘hinggapi’ ini terdapat setidaknya 3 – 5 perguruan tinggi. Jalannya para mahasiswa.

So, what was I doing there?

Jadi begini ceritanya..
Nah begitu ceritanya..
Bagus kan ceritanya..
Belum juga diceritain ceritanya..
Kan lagi nglawak ceritanya..
Tapi ga lucu ceritanya..
Jadi yaudah ceritanya..
=========

Forum Komunitas Orang Cirebon, atau biasa disingkat dan disebut FORKOCI, adalah suatu grup komunitas di facebook (nama grupnya sih KOCI) yang baru beberapa hari saya bergabung kedalamnya. Sebenarnya dulu juga udah pernah gabung, tapi karena dulu saya sempat puasa pesbukan jadi baru gabung lagi deh.

Suatu hari, pas lagi menggalakkan waktu santai dengan mlototin timeline grup, nemu dah tuh, FORKOCI ngadain acara kumpul, sambil latihan futsal pula. Ngiler dah saya, excited banget pengen ikutan. Kegalauan saya untuk memilih karawang atau cianjur sebagai destinasi ‘ngebolang’ otomatis hilang. Diputuskan, ngisi waktu kosong ikut acara kumpul FORKOCI.

Pas hari H, tiba-tiba habis subuh jadi bimbang. Jadi kumpul sama KOCI atau nggak. Takutnya ntar cuma jadi kambing conge disana. Tapi akhirnya berangkat juga.
=========

Akhirnya sampai juga di jalan perjuangan, baru jam 8 kurang 15 menit (acara jam 8). Bimbang datang lagi. Di bangku panjang depan bengkel pinggir jalan itu saya mikir lagi. Ntar bisa ikut main futsal atau nggak. Jangan-jangan udah sampai lokasi malah jadi kaya anak ilang. Yang lain udah biasa main dan kumpul. Nah saya baru kali ini mau kumpul dan main futsal bareng.

Jarak tempat saya duduk dengan lapangan futsal yang ada di bawah gedung Radar Cirebon itu hanya terpisah oleh RS bersalin (lupa namanya) dan kantor RCTV. Saya buka lagi grup facebook KOCI. Ada postingan salah satu member katanya udah nunggu di tempat futsal dan mengajak anggota grup siapa saja untuk datang. Tekad saya langsung bulat untuk datang ke TKP.

Udah di tempat futsal, ternyata ga banyak yang datang, cuma belasan orang aja. Saya salamin semuanya lalu duduk di samping seseorang yang keliatannya seumuran (baca: muda). Basa-basi garing tanpa kenalan saya praktekan. Saya liat sekeliling semuanya pake sepatu futsal, dan berpakaian selayaknya orang yang mau main futsal. Nah saya, sepatu gak punya, pakaian bawa sih, tapi males gantinya. Jadi ya udah deh, nonton aja.

Pas pertandingan dimulai ternyata ada 1 orang yang gak pake sepatu dan pakaiannya kaya orang yang mau kongkow. Saya tanya ke orang yang baru datang dan ngajak saya ikutan main, boleh tah gak pake sepatu. Boleh.. Saya langsung buka jaket siap-siap tampil di panggung hijau kecil itu.
Gak nunggu waktu lama untuk main menggantikan orang yang ga pake sepatu juga. Inilah pengalaman pertama bermain futsal sama orang-orang yang belum saya kenal, ketemu juga baru, nama juga gatau. Dalam pertandingan yang super seru karena diwarnai tawa dan kegigihan itu, saya kira-kira mencetak 4 gol, 7 assist, dan 3 kali penyelamatan (kipernya ga betah di bawah mistar gawang terus). Permainan yang memuaskan.

Abis main, istirahat bentar sambil ngobrol-ngobrol ringan. Sebagian langsung pada pulang, sebagian lagi ikut lanjut ke acara berikutnya, yaitu kumpul di rumah salah satu anggota/pengurus (kagak tau dah) grup. Sebut saja dia Kang Nato. Katanya sih mau makan-makan. Dari 13 orang yang berangkat, Cuma saya yang ga bawa motor, jadi nebeng deh.
=========


Rumah Kang Nato ada di sebuah gang di jalan evakuasi (inget evakuasi jadi inget masa lalu dan BPJS, inget BPJS jadi inget..aahhh udah lah lupakan, eh ga deh, inget Kir). Tapi kalau diliat-liat, kaya bukan rumah. Lebih kaya markas. Tempat pembuatan sesuatu (entah apaan). Pas rombongan sampe sana, Kang Nato udah nungguin sendirian di-sebut saja-teras. Dia kagak ikut futsal.

Disitu semuanya ngobrol-ngobrol santai (saya aja yang cuma jadi pendengar setia). Ngomongin soal kejadian-kejadian yang ada di grup, masalah khodam keris musyrik kaya gitu, de el el. Ngomongin soal tempat mancing, rencana pembuatan kaos futsal yang keuntungannya untuk nyewa markas resmi, ngomongin soal plesiran, de el el. Tak lupa suguhannya yang nggak setengah-setengah. Air mineral se-dus dan 2 kantong besar ijoan. Saya yang jarang makan ijoan sampe bisa ngabisin 2 porsi.

Selang 2 jam kemudian datang lagi salah satu anggota grup KOCI, sebut saja dia Cuy. Katanya dia abis jadi juri (atau ikutan, kurang nyimak) lomba hot wheels gitu. Dan ternyata, dia itu pesulap dan bisa hipnotis juga. Makin seru aja kumpul-kumpulnya ada pesulap. Dia nunjukkin beberapa trik dan menjelaskan rahasianya, semua pada takjub seolah ngomong oooohhhh yang panjangnya 1000 kilometer.

Selain menjelaskan beberapa rahasia trik sulap, Cuy juga menjelaskan dasar-dasar ilmu hipnotis yang berkenaan dengan alam bawah sadar manusia. Dari menjelaskan bahwa otak manusia terbagi jadi 3 bagian, sampai langsung mempraktekan menghipnotis Kang Nato (sing jarene sih arepan mandeg ngroko). Cuy juga menjelaskan bagaimana bisa seseorang bisa terhipnotis, ciri-ciri orang yang mudah terhipnotis, sampai pengalaman pribadinya dalam dunia sulap dan hipnotis.

Di tengah penjelasan Cuy, datang seorang anggota lagi. Kali ini wanita (yang keliatannya masih) muda bersama anaknya menggunakan sepeda. Sebut saja dia Mumu. Jadi total ada 16 orang yang kumpul (klo ga salah itung), 14 cowok 2 cewek (satunya istri salah seorang pengurus grup).
=========

Dengan menjadi pendengar setia obrolan yang santai itu, saya mendapatkan beberapa nama lainnya. Owner/Founder grup, sebut saja dia Marko. Bayu (semua nama disini disamarkan), tukang poto-poto yang katanya suka upload foto di grup dengan keterangan yang mengundang perhatian. Sang kiper, Mamat yang bawa anak. Rajen yang bawa istri dan yang mosting jual keris. Yang lain ada yang lupa dan emang belum ketemu namanya (ga ada sesi kenalan soalnya).

Setelah terjadi perbincangan antara Mumu dan Cuy, kata Mumu, Cuy kayanya cocok klo ngobrol sama suaminya Mumu, jadi diputuskan ada acara dadakan, mengunjungi rumah Mumu yang ada di Kalitanjung (inget kalitanjung inget masa lalu, hadeuhh -__-).  Mamat ga ikut, pulang duluan sama anaknya yang ngantuk. Kang Nato juga ada urusan. Bayu dan satu orang lagi cuma ikut sampe depan rumah Mumu doang terus langsung pulang. Sisanya ngariung di rumah yang ketutupan 1 rumah pinggir jalan.
=========

Di rumah Mumu, ngobrol sama suaminya Mumu, tentang grup, sulap, dll. Cuy dan suaminya Mumu saling berbagi pengalaman. Salah satunya, kata suaminya Mumu pernah melihat peristiwa keris yang dikeluarkan dari sarungnya tiba-tiba semua lampu mati semua, pas dimasukkin lagi lampunya nyala lagi. Cuy memberikan hipotesanya yang katanya itu sebenarnya bukan mistis. Hanya pemikiran orang Indonesia yang terbiasa dengan kata mistis. Padahal itu menggunakan trik sulap yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Soal hipnotis juga, katanya dasar hipnotis itu sugesti (setidaknya itu yang saya tangkap dari penjelasan Cuy).

Pulangnya saya dapet tebengan dari orang tiga berlian (maap yah namanya lupa) sampe terminal.
Hari itu, Minggu yang asyik. Badan jadi seger abis main futsal, kenyang sama ijoan, juga kenyang sama ilmu soal sulap dan hipnotis. Thanks guys. Kesuwun sedulur KOCI.

Baca Selengkapnya ....

Dear, My Friend..

Posted by Muhammad Najmuddin Friday, February 12, 2016 0 masukan

Dear my friend,
You've known that i like her so bad, that i love her so much.
You've seen my note, full of her name in different shape and size
You've read the poetry i made about her
You've witnessed that i made a resolution to propose her in 'one day'. But, when 'the day' has come, i am failed to make it come true.

Hey, my friend
It seems impossible now
It looks i have to give up, i have to forget her.

But, you must've known
It isnt that easy
It spends so many tears
It tooks hard effort

I can only wish
That everything will be alright

Baca Selengkapnya ....

A Solitude of Confession

Posted by Muhammad Najmuddin Monday, November 9, 2015 0 masukan

I had said that you deserved to have so much more.

Now i say that you more to deserve to have so much more and more

I have a dense of tears to fall down when i realize that I really really don't deserve to be yours

I havent been crying for so long. My tears aren't this much before. If i am not the one for you..


Baca Selengkapnya ....

6 Months of Trial and Curing

Posted by Muhammad Najmuddin Saturday, August 15, 2015 0 masukan
Allahu Akbar Allahu Akbar….

Adzan Shubuh berkumandang memanggilku yang masih setengah mengantuk untuk segera bangkit menuju masjid menunaikan kewajiban seorang muslim, Sholat Subuh 2 rokaat. Bergegas aku segera menuju masjid pesantren tempatku bekerja tanpa kembali mengambil air wudhu yang sudah kulakukan saat bangun tidur dini hari tadi. Tak lupa kupakai masker pemberian ibu sebelum ku berangkat mengais rejeki dan ilmu di pesantren besar yang terletak di daerah terpencil ini. Ku kencangkan resleting pada 2 jaket yang kukenakan.

Merapel wudhu, memakai masker, mengenakan 2 jaket, ditambah memakai kaos kaki disaat aktivitas selain sholat dan ke kamar mandi kini telah menjadi kebiasaanku sehari-hari. Oya, tak lupa meminum 2 kaplet besar berwarna merah tiap pagi kini menjadi sebuah keharusan yang tak boleh ditinggalkan.

Awalnya, kebiasaan-kebiasaan baru ini tak terlalu mengganggu, biasa saja, dibiarkan mengalir apa adanya. Tapi, setelah beberapa hari dijalankan sambil bekerja, keharusan-keharusan ini mulai membuatku merasa tak nyaman. Memakai masker sering membuatku tak nyaman dan sulit bernapas, kadang juga membuatku sedikit pusing yang mungkin efek dari obat juga. Selain membuat pusing, efek minum 2 kaplet jumbo itu membuatku kadang merasa mual, telat BAB, perasaan tak karuan, dll. Mengenakan baju doble ditambah 2 jaket juga kadang membuatku menjadi gerah dan merasa tak nyaman. Tapi jika kubuka jaketnya, dingin menusuk benar-benar menusuk, jadi serba salah. Kalau aku tak memakai kaos kaki, dingin juga menusuk dari telapak kaki. Jadi repot jika harus lepas pakai untuk ke kamar mandi. Jadi tak kuat berlama-lama di masjid karena tak mungkin memakai kaos kaki yang pasti kotor dipakai dimanapun.

Begitulah semua keluhanku atas apa yang kualami sekarang. Harus melakukan hal-hal yang membuatku tak nyaman bekerja dan melakukan aktivitas sehari-hari. Itu semua bermula dari kesalahan dan dosa yang kubuat saat berkelana di Negeri Andalas dan Silampari. Mungkin Tuhan berkehendak mengadzabku dengan memberiku penyakit di sepasang kantung napasku. Awalnya tak terlalu berasa, tapi setelah 2 tahun ditambah mengulang dosa di Kota Udang, penyakit ini semakin berkembang dan lebih berpengaruh pada keseharian. Penyakit ini mengharuskanku, mau tak mau, melakukan hal yang membuatku tak nyaman dan bisa dibilang kurang normal.

Di hasil rontgen pertama 2 tahun yang lalu, aku dinyatakan mengidap Pneumonic Infiltrat dextra karena ada bintik putih di bagian atas paru kanan. Namun hasil tes sputum berkata lain, tes dahak yang harus dikeluarkan pagi hari bangun tidur itu dinyatakan negatif.

Hasil rontgen 2 tahun kemudian, yaitu 2 minggu yang lalu sungguh menakjubkan. Bintik-bintik putih tanda penyakit itu sudah tersebar banyak di hampir seluruh paru kanan dan bagian atas paru kiri. Dokter menyatakan itu menandakan aku mengidap tuberculosis atau biasa disebut TB. Entah Pneumonia dan TB adalah hal yang sama atau bukan, yang pasti paru-paruku sudah sangat bermasalah. Namun lagi-lagi tes dahak untuk mendeteksi bakteri yang menyebabkan TB itu menyatakan negatif. Kata dokter, ini kasus yang langka, rontgen nya positif, namun sputum/dahaknya negatif.

Walhasil karena mendengar keluhanku yang sering merasakan sakit di dada, saat menguap, tarik napas panjang, bahkan sendawa terasa sakit, tak bisa tengkurap dan tidur miring ke kiri, selalu merasa kedinginan bahkan disaat cuaca panas, dokter menyarankanku untuk melakukan pengobatan TB. Pengobatan yang harus dijalani selama 6 bulan tanpa putus sehari pun. Jika putus sehari saja, maka pengobatan harus dimulai dari awal.

Dokter memberiku pilihan, berobat di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) atau di puskesmas terdekat. Karena berobatnya harus di 1 tempat dari awal sampai akhir untuk kepentingan laporan ke BKPM pusat. Menimbang jarak dan ongkos yang harus ditempuh, aku memilih berobat di puskesmas terdekat.

Obat yang harus diminum sungguh luar biasa. Berupa kaplet besar berwarna merah yang komposisinya berasal dari 4 obat yang tergolong keras. Disebut obat keras karena memiliki efek samping yang berat dan banyak tergantung daya tahan tubuh orang yang meminumnya. Untungnya sampai sekarang efek yang paling luar biasa belum aku rasakan. Obat yang istimewa itu harus kuminum sekaligus 2 tiap harinya di pagi hari.

Mungkin pengobatan ini seharusnya dilakukan sejak 2 tahun yang lalu, sejak pertama kali merasakan ketidakberesan dalam tubuhku. Namun karena 2 tahun yang lalu puskesmas ternilai kurang follow up menyarankan pengobatan (entah kenapa, sekarang pun aku masihi tak pernah puas terhadap pelayanan di puskesmas) dan aku pun belum merasakan kesakitan dan ketidakberesan yang baru kurasakan 2 bulanan ini, jadi pengobatan baru terlaksana sekarang, hampir berbarengan dengan 6 bulan percobaan kerjaku di tempat yang ku idamkan selama ini.

Sekarang tak ada yang bisa kulakukan selain bersabar dan tetap merapel wudhu, memakai masker, kaos kaki, dobel baju dan jaket selama 6 bulan di 6 bulan percobaan kerjaku ini.

Doakan ya semoga aku bisa menjalani ini, dan ingatkan aku agar aku tak lupa minum obat. ;-) (nyarios ka saha ieu teh…) :-/

Baca Selengkapnya ....
Copyright of My F***** Story.