Ketika Perubahan Datang

Posted by Muhammad Najmuddin Monday, March 31, 2014 0 masukan

Kamu sedang dalam masa tenggang, segera isi ulang  pulsa untuk mengaktifkan kartumu dan terus nikmati akses ke situs populer GRATIS dan UNLIMITED dari TRI
Begitulah isi sms dari 3 di handpone ibu saya, yang intinya memberitahu bahwa masa aktif kartu sudah habis dan menyuruh untuk isi ulang.

Bukan Cuma ibu saya, adik, bapak, teman, dan saya pun akhir-akhir ini sering mendapatkan sms ‘perhatian’ dari 3 yang isinya memberitahu bahwa masa aktif akan segera habis. Biasanya saat H-5, H-3, dan H-1 masa aktif habis kami mendapat sms ‘perhatian’ tersebut.

Padahal sudah 2 tahun saya menggunakan operator yang pernah mendatangkan Manchester United ke Indonesia ini , masa aktifnya selalu panjang. Dalam sebulan saya hanya cukup mengisi pulsa 12ribu. Tapi sekarang, masa aktif bergantung pada jumlah isi ulang. Isi 10ribu masa aktifnya ya cuma 10 hari. Berarti kalau ditotal, sebulan saya harus mengeluarkan kocek 30ribu agar kartu selalu aktif.

Kesetiaanku pada operator yang kini terkenal dengan AON nya kini mulai goyah. Sempat terbesit untuk mengganti operator. Tapi saya urungkan karena pasti akan ribet lagi ngasih tau nomor barunya ke teman-teman dan relasi-relasi.

Begitulah.. Kadang kita merasa nyaman dalam menggunakan sesuatu dan tak mau menggantinya. Tapi ketika sesuatu tersebut sudah berubah atau sudah tidak membuat kita nyaman lagi, lembiru (lempar beli yang baru) kerap kali menjadi pilihan.

Mungkin juga itu berlaku pada kesetiaan kita terhadap seseorang. Berdasarkan survey Cak Lontong terhadap 110 orang, 1 orangnya kebelet buat pup, 2 orang pergi karena udah terlambat kuliah, dan 7 orang ketabrak mobil Xenia,  jadi hanya 100 yang ikut survey, semuanya sudah memiliki pasangan, baik sudah menikah atau pacaran, 100% dari mereka memilih setia kepada pasangannya ketika tidak ada godaan. Ketika ada orang lain yang ‘lebih’ dari pasangan mereka, tersisa 50% yang memilih tetap setia. Dan ketika pasangan mereka mulai menunjukkan suatu perubahan atau tidak seperti saat dulu pertama kali kenal, yang memilih setia hanya kurang dari 10%.

Sekilas saya jadi teringat dengan film-film Raditya Dika, seperti Kambing Jantan dan Cinta Brontosaurus. Di film Kambing Jantan, Dika akhirnya berpisah dengan pacarnya, Kebo, karena Dika mulai merasakan perbedaan yang ada pada diri Kebo dan dirinya sendiri. Bahkan pada fim Cinta Brontosaurus, Dika mengatakan bahwa cinta bisa kadaluarsa. Ketika segalanya sudah berbeda, maka cinta pun kadaluarsa.

Apa benar cinta bisa kadaluarsa?

Tidak sepenuhnya benar. Berdasarkan survey Cak Lontong tadi kan, masih ada yang memilih setia walau jumlahnya sedikit. Di film Cinta Brontosaurus pun, Dika akhirnya sadar untuk menerima semua perubahan dan perbedaan yang ada.

Perubahan selalu ada di setiap aspek kehidupan kita. Perubahan bukan untuk dijadikan alasan untuk membuang indahnya kesetiaan. Perubahan memaksa kita untuk memulai semuanya dari awal. Perubahan memaksa kita untuk beradaptasi kembali.

Ketika kita gagal beradaptasi, berai terjadi. Ketika kita berhasil beradaptasi, kesetiaan selalu mengiringi.

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link ke https://muhammadnajmuddin.blogspot.com/2014/03/ketika-perubahan-datang.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

HAVE A NICE DAY!


^_^

0 masukan:

Post a Comment

Copyright of My F***** Story.